Minuman Tradisional Yang Enaknya Gak Ngalahin Yang Kekinian

Hal-hal yang berbau tradisional kini semakin tergerus perkembangan zaman. Adat, kebiasaan, pakaian tradisional, musik tradisional, hingga kuliner tradisional. Berbicara tentang kuliner pasti langsung terngiang deh tentang makanan dan minuman. Baik makanan maupun minuman tradisional mengandung komposisi dan bahan-bahan yang tidak harus susah payah mencarinya (ya tidak semuanya sih). Meskipun begitu, khasiat dan rahasia-rahasia lain yang terkandung di dalamnya.

Membahas mengenai makanan akan sangat mainstream, kali ini akan dibahas mengenai minuman tradisional yang gak kalah enak dengan minuman kekinian. Bahkan beberapa jenis minuman tradisional tersebut mampu bertahan hingga saat ini dan bersaing di antara minuman kekinian. Berikut ini beberapa minuman tradisional yang tengah happening dan gak kalah enak dengan minuman zaman sekarang.

Minuman Tradisional Yang Gak Kalah Enak Dengan Minuman Zaman Sekarang

Wedang Tahu

Kata ‘wedang’ yang dalam bahasa Jawa bermakna minuman sangat menarik untuk dibahas. Pasalnya tahu adalah bahan makanan yang biasanya diolah menjadi makanan. Namun, di Yogyakarta, tahu ini disulap menjadi model minuman atau menyerupai sup. Tahu ini akan terasa lembut di lidah, serta sensasi dari kuahnya yang bisa dinikmati dengan diminum mempunyai rasa manis dan sedikit pedas. Umumnya, wedang tahu ini dapat ditemui di pasar Pathuk, dan jalan Pakuningratan. Satu cupnya dibanderol dengan harga 6000 rupiah saja lho.

Wedang Ronde

Wedang ronde sangat populer di Jawa. Baik di Jawa Barat, Tengah, maupun Jawa Timur. Resep wedang ronde nampak seperti turun menurun sehingga tersebar luas di daerah Jawa. Minuman ronde pada dasarnya adalah minuman jahe yang terkadang dikombinasikan dengan kacang. Lazimnya, jahe akan dibakar dulu selama 15-20 menit agar rasa jahenya lebih mantap.

Bandrek

Bandrek merupakan minuman tradisional khas tanah Sunda. Daerah Jawa barat terkenal dengan cuacanya yang dingin, sehingga diinovasikanlah Bandrek ini. Bandrek tetap berunsurkan jahe, akan tetapi campurannya adalah dengan susu. Berbeda sekali dengan STMJ (Susu telur madu jahe) karena bandrek hanya mencampurkan antara susu dengan jahe.

Es Oyen

Masih dari tanah Jawa Barat. Es Oyen yang disebut-sebut berasal dari Bandung ini juga enggak kalah hits jaman sekarang. Es Oyen terdiri dari irisan buah-buahan segar seperti nangka, alpukat, kelapa, dan lain-lain. Kemudian ditambahkan susu, serutan es, dan pacar cina. Cocok sekali untuk menghilangkan dahaga sekaligus menyantap vitamin dari buah-buahan segar. Karena banyaknya penggemar es Oyen, kini es ini sudah dijajakan di seluruh pelosok Jawa hingga Kalimantan.

Teh Talua

Asing mendengarnya? Mungkin tidak bagi sebagian orang yang tinggal di Pulau Sumatra. Minuman khas tanah Minang ini sebenarnya sudah sangat lama menjabat sebagai maskot minuman Tanah Air lho. Teh Talua terbuat dari seduhan teh yang dicampur dengan telur ayam kampung atau telur bebek. Kedua jenis telur tersebut dipercaya mengandung protein yang tinggi. Mungkin akan berpikir bahwa Teh Talua akan berbau amis karena ada telur, namun justru Teh ini jauh dari bau amis. Pasalnya pengadukan merata membuat bau amis menjadi hilang dan menjadi teh kental yang nikmat.

Wedang Saraba

Sulawesi Selatan juga memiliki minuman khas Nusantara. Wedang Saraba yang merupakan minuman khas dari Makassar. Rasanya hampir sama dengan wedang jahe pada umumnya, namun jahe yang digunakan biasanya sangat pedas dan mantap. Umumnya, wedang Saraba dicampurkan dengan susu kental manis agar rasanya semakin nikmat untuk menghangatkan badan.

Itulah beberapa minuman tradisional khas nusantara yang gak kalah enaknya dengan minuman kekinian. Bagaimana, tertarik untuk mencicipi kuliner khas Indonesia yang gak ada duanya ini?

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *