Membuat Perpustakaan di Rumah

Ruangibu.com, – Menurut Ibu, seberapa penting perpustakaan bagi sebuah keluarga? Menurut saya perpustakaan pribadi itu penting sekali. Apalagi jika melihat minat baca masyarakat Indonesia yang begitu rendah, kita perlu menumbuhkannya dari dalam rumah. Karena segala sesuatu harus kita mulai dari lingkup yang terkecil dulu, dalam hal ini keluarga.

Utamakan Buku Wajib Terlebih Dahulu

Perpustakaan tak harus memuat ratusan buku, tapi bisa kita mulai dari yang sedikit terlebih dahulu. Utamakan buku-buku ‘wajib’ terlebih dahulu seperti buku agama. Untuk yang beragama Islam wajib ada seperti Al-Qur’an, tafsir, dan buku fiqih ibadah.

Selain buku wajib, perpustakaan bisa kita sesuaikan dengan minat dan kebutuhan anggota keluarga. Misal, untuk yang memiliki anak balita, tentu perlu menyediakan buku-buku anak yang sesuai untuk balita seperti buku-buku bantal atau boardbook.

Rumah kami sendiri belum memiliki koleksi buku yang terlalu banyak. Namun, setidaknya sudah ada dua rak buku besar yang kami isi dengan koleksi buku kami.

Membeli Koleksi Sesuai Kemampuan

Pada awalnya, sebelum menikah saya dan suami sama-sama memiliki ‘koleksi’ buku. Meski baru puluhan buku, ternyata banyak koleksi kami yang sama. Akhirnya sesuai kesepakatan, koleksi yang sama tersebut salah satunya kami berikan ke sebuah perpustakaan rintisan milik teman. Alhamdulilah bisa lebih bermanfaat.

Seiring dengan jalannya pernikahan, tiap bulan kami menganggarkan untuk membeli buku bacaan. Kami pun membeli sesuai kebutuhan, jadi saat ke toko buku, buku apa yang menarik, buku itulah yang kami beli.

Lama-lama koleksi kami pun mungkin sudah berada di angka ratusan, alhamdulillah sudah memenuhi hampir dua rak buku besar.

Penggolongan Buku Berdasarkan Genre

Setelah memiliki banyak koleksi buku, tentu kita bisa menata seperti di perpustakaan, yaitu sesuai genre buku. Kalau di rumah kami mulai dari buku agama, novel, bisnis, pengetahuan, hingga buku anak.

Meski belum rapi sekali, kami menatanya sesuai jenis buku, sehingga mempermudah pencarian buku. Karena pernah mengalami mencari buku nggak ketemu, eh ternyata tertutup buku yang lain, saking tipisnya buku yang sedang dicari.

Pencatatan Buku yang Sedang Dipinjam

Karena koleksi kami cukup banyak, ada beberapa teman yang meminjam buku koleksi kami. Dulu pun sempat membuat persewaan buku, tapi ternyata lumayan rumit untuk manajemennya, sehingga tidak kami lanjutkan.

Pencatatan peminjaman buku ini keliatannya sepele, tapi ternyata penting untuk dilakukan. Meski hanya satu dua buku yang dipinjam dan pernah menggampangkan, ternyata membuat beberapa buku kami tidak jelas di mana rimbanya.

Mengandalkan ingatan ternyata tidak cukup. Seperti halnya meminjam uang yang harus dicatat seperti yang ada di Al-Qur’an, ternyata meminjam barang pun perlu ada pencatatan.

Perpustakaan Sederhana di Rumah Membuat Anak Doyan Baca

Anak-anak adalah peniru ulung. Jika orang tua tidak pernah mencontohkan membaca buku, anak pun tidak akan ada minat membaca buku. Pun jika tidak ada buku yang dibaca di rumah, anak juga akan melakukan kegiatan lain. Apalagi di zaman serba gagdet seperti sekarang. Banyak anak terlalu sibuk dengan gagdet. Jika tidak ada kegiatan lain, gagdetlah yang menyibukkan mereka.

Sebagai orang tua pun kita harus mendampingi agar anak terbiasa membaca buku. Jika belum ada dana membelikan buku, anak-anak bisa diajak ke perpustakaan kota yang saat ini sepertinya jauh lebih baik dengan koleksi anak yang juga banyak.

Membuat perpustakaan sederhana di rumah memanglah bukan hal yang wajib dilakukan, tapi hal ini baik untuk dipraktikkan. Jika ada dananya, mengapa tidak? Karena menumbuhkan minat baca untuk seluruh anggota keluarga membuka jendela ilmu yang jauh lebih baik. Bukankah buku adalah jendela ilmu dan dunia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *