Makna logo halal baru dan kontroversinya

Ruangibu.com -Beberapa hari ini jagad dunia maya dihebohkan dengan seliweran pro kontra logo Halal baru kemenag. Dan sebagai ibu-ibu yang lagi pusing soal inyak goreng yang Langkah, eh kok malah pemerintah sibuk ngurusin logo halal.

Tampilan logo berwarna ungu dan berbentuk gunungan khas pewayangan, dari beberapa sumber yang kami baca, Katanya mempunyai makna yang dalam.
berikut penjelasanya:

Dikutip dari penjelasan Muhammad Aqil filosofi dari Label Halal Indonesia terbaru ini memiliki bentuk yang terdiri dari bentuk Gunungan serta motif Surjan (Lurik Gunungan). Bentuk gunungan ini tersusun dari kaligrafi huruf Arab yakni huruf Ha, Lam, Alif, dan Lam yang membentuk kata Halal.Bentuk dari logo halal terbaru tersebut memiliki arti yakni semakin tinggi ilmu, semakin tua umur manusia, harus semakin mengerucut serta semakin dekat akan Tuhan.

Sedangkan filosofi dari Surjan yakni agian leher pada baju Surjan mempunyai 3 pasang kancing yang mana artinya rukun iman.

Sedangkan motif lurik yang terletak sejajar memiliki arti sebagai pembeda atau pembatas. Hal ini sejalan dengan tujuan diselenggarakannya jaminan produk halal yang ada di Indonesia.


Walau begitu, banyak netizen yang mengkritik desain logo halal baru. Salah satunya dari pemilik akun FB Khudori Bagus berikut.

Mengkritisi Logo Halal Kemenag yang sedang Viral :

  • Jenis Khat yang dikenal ada 7 macam, diantaranya : Naskhi, Riq’ah atau Riq’iy, Diwani, Diwany Jaly, Tsulutsi, KUFI dan al Farisy.
  • Logo ini Basic Khat nya khat Kufi, Tapi pada Huruf ha (ح) nya, ada Tambahan garis lurus menjulang kebawah yang tidak relevan dengan gaya khat kufi.
  • Jika ini jenis Kufi, maka Di bagian tengah ada Huruf Lam (ل) yang gaya penulisannya bisa terbaca huruf RA (ر).
  • Di Bagian akhir ada Huruf Lam (ل)yang dibentuk mirip Bulatan, ini tidak sesuai dengan kaidah Khat Kufi. Malah akan disangka sebagai huruf MIM (م)
  • Maka :
  • Jika dibagian depan dibaca ha (ح)
  • Dibagian tengah Terbaca RA (ر)
  • Dan dibagian Akhir Terbaca MIM (م)

Maka logo itu tidak akan terbaca sebagai tulisan HALAL, malah akan dibaca HARAM (حرام)

  • Dalam dunia kaligrafi, jika sebuah karya terdiri dari jenis Khat Campuran maka kami lazim menyebutnya dengan Khat SYAKA (شكى)

Yang mana Syaka ini plesetan dari SYAKA-Bisa (Sebisanya). (Bahasa Sunda)

Jadi desain Logo di atas Untuk selevel Nasional kesannya dibuat terburu-buru yang seharusnya diciptakan melalui inspirasi selama 3 Purnama.

  • Kemudian logo ini mirip dengan Pintu Lakon wayang jawa, yang mana hanya mencerminkan 1 budaya saja yaitu Jawa, tidak mewakili semua budaya Nusantara. Jadi Kesannya Asal Bukan Arab.

SARAN:

Sebaiknya pemilihan Font (Bentuk Huruf) pada logo ini menggunakan font Standar dan tidak Neko-neko, sebagaimana font yang digunakan oleh Negara-negara lain.

Jadi, semoga setelah baca tulisan ini ibu-ibu tidak bingung lagi soal minyak goreng ya. Tapi jadi bingung soal logo halal 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *