kenali inner child dan luka pengasuhan

www.ruangibu.com – Bu, sudah pernah mendengar belum mengenai istilah inner child dan luka pengasuhan? Sebenarnya keduanya sama atau beda, sih? Sejujurnya saya pun sebelumnya juga tidak memahami beda keduanya, tapi setelah menyimak penjelasan Bu dr. Aisyah Dahlan ini https://youtu.be/CgiNp9xKARM

saya pun jadi paham perbedaan keduanya.

Beda inner child dan luka pengasuhan

Menurut penjelasan beliau, inner child adalah semua kejadian yang terjadi di rentang waktu sejak dalam kandungan hingga baligh, baik kejadian tersebut menyenangkan atau menyedihkan. Sedang luka pengasuhan adalah inner child yang traumatis di benak sehingga menimbulkan luka yang perlu disembuhkan.

Ada yang sama dengan saya nggak selama ini salah pemahaman atas keduanya? Sepertinya saya ini yang telat belajarnya.

Alam sadar vs alam bawah sadar

Ternyata alam bawah sadar itu mempengaruhi hingga 90% perilaku kita, sedang alam sadar hanya 10%-nya. Ibaratnya seperti anak kecil tanding sumo dengan orang berbadan besar seperti layaknya pegulat sumo, pasti kalahnya. Begitu pula dengan otak kita. Perilaku kita akan sangat dipengaruhi oleh alam bawah sadar kita. Jika alam bawah sadar itu masih memiliki banyak luka oengasuhan, akan sangat mungkin luka itu akan tersalurkan melalui perilaku kita saat mendidik anak.

Sebagai orang zaman now yang lebih melek parenting, tentu sudah tahu bahwa mendidik anak itu harus dengan kelembutan tanpa bentakan. Namun, seringkali ketika orang tua kita dulu mendidik dengan bentakan, semua teori pengasuhan akan sia-sia hanya menjadi wacana. Apalagi ketika lepas kendali, kelelahan, ditambah anak berulah, otak akan berasap dan alam bawah sadar pun menguasai perilaku. Na’udzubillahi min dzalik.

Pengasuhan orang tua kita

Kita belajar luka pengasuhan bukanlah untuk menyalah-nyalahkan orang tua kita, tidak. Bisa jadi orang tua kita dulu belum ada dan kenal tentang ilmu pengasuhan, dan bisa jadi orang tua kita pun dididik dengan cara yang sama oleh orang tuanya, sehingga perilaku itu menurun. Fitrah manusia itu baik, jika ada yang tidak baik pasti ada sesuatu penyebabnya.

Menyembuhkan luka pengasuhan

Lalu bagaimana cara kita menyembuhkan luka pengasuhan itu? Salah satu cara mengendurkan ingatan tersebut di dalam otak adalah dengan memeluk dan memaafkan luka itu. Dalam pemaparan Bu Aisyah disebutkan salah satu cara menyembuhkan luka adalah membayangkan diri kita sendiri saat kecil di peristiwa yang membuat kita trauma. Peluk anak kecil itu, terima perasaannya.

Tentu sesi ini akan menguras banyak air mata. Memang tidak mudah menyembuhkan luka, tapi bagaimanapun kita harus bisa memutus mata rantai pengasuhan yang kurang baik.

Selain itu, kita juga harus memperbaiki shalat kita karena shalatlah yang akan menuntun perilaku kita sehari-hari. Karena akhlak itu adalah bekas dari ibadah kita.

Semoga Allah ampuni segala perilaku buruk kita terhadap anak. Minta maaflah kepada anak, Bu. Semua belum terlambat. Kita pasti bisa memperbaiki pola pengasuhan kita yang salah.

16 Comments

    • Terlihat dari tingkah laku Mbak. Misal suka main tangan bisa jadi karena dibesarkan orang tua yang juga suka main tangan.

  1. luka pengasuhan ini memang kadang tidak bisa kita hindari ya dan malah kadang ada yang nggak sadar kalau dia memiliki luka pengasuhan. alhamdulillah sekarang sudah banyak yang membahas tentang inner child dan luka pengasuhan sehingga banyak yang aware dengan kondisi dirinya

  2. Waktu kecil aku sering dipukul pakai penebah karena paling bandel. Herannya aku gak sakit hati. Kayak, ya udah emang aku yg bandel. Itu wajar gak sih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *