Ibu Rumah Tangga, Kalianlah Penentu Nasib Negara !

Saat Semua Wanita Bergerak Dengan Slogan “Emansipasi Wanita”, Bagiku, Menjadi Ibu Rumah Tangga Itu Lebih Dari Sebuah Pengabdian

Banyak alasan sebenarnya bahwa pekerjaan ini menurutku memang pekerjaan yang paling mulia, walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa julukan stay-at-home wife ini terkadang disebut-sebut sebagai sindiran belaka. Sebagian orang percaya bahwa pekerjaan tersebut hanyalah untuk wanita-wanita yang tidak berpendidikan sehingga hanya menunggu jatah gaji dari suami dengan hanya mengurus kebutuhan dirumah. Terlebih bagi wanita sarjana, pastinya minder jika seseorang tiba-tiba nyeletuk “sarjananya dikemanain mbak??”. Lalu, apakah kemudian hal itu benar adanya? Jika kamu merasa demikian, kamu 100% salah besar.

Ibulah Yang Pertama Kali Membangun Keteraturan dalam Keluarga

Sulit untuk menampis bahwa keteraturan sangat sulit untuk dibangun dalam diri kita. Pastinya harus ada yang mengawali, menerapkan, dan mencontohkan. Nah, siapa yang harus membangun itu semua? Ibu rumah tangga. Kita sering mendengar, pekerjaan ibu rumah tangga itu pekerjaan remeh. Sering diidentikkan dengan ibu-ibu yang kerjaannya tiap hari cuma tiduran nonton TV sambil makan cemilan. Padahal aslinya salah besar. Dia harus mengawali hari dalam keluarganya, bangun lebih awal untuk menyiapkan persediaan suami dalam bekerja, menyiapkan kebutuhan sekolah anak-anak mereka, membangunkan seluruh anggota keluarga, membuat sarapan selagi mereka bersiap melakukan aktifitas sehari-hari, menyiapkan bekal sekolah anak mereka. Belum lagi mengantar anak sekolah, dan saat seluruh anggota keluarga sudah keluar, dia masih melakukan pekerjaan lainnya seperti menyapu, mengepel, mencuci, menyetrika, dan membersihkan halaman sampai pada siang hari ketika dia sudah harus menjemput anaknya dari sekolah.

Ketika sang anak sudah dirumah pun dia masih memiliki aktifitas lain seperti memasak untuk makan siang suami dan anak-anaknya atau menemani anak mereka bermain. Saat suami pulang, ibu rumah tangga juga harus melayani kebutuhan suaminya seperti menyiapkan air mandi hangat, makanan, dan memijatnya ketika penat. Itu pun belum sampai disitu, malam hari ibu masih harus memasak lagi untuk makan malam, menemani anak mereka belajar, mengerjakan PR, dan menemani suami. Pekerjaan yang rutin tersebut diulang-ulang setiap hari sehingga seluruh keluarga menjadi terbiasa dan teratur untuk melakukan hal serupa setiap harinya.Konsep keteraturan tersebut akan tertanam pada diri seluruh anggota keluarga. Maka sangat jelas bahwa pekerjaan ibu rumah tangga tersebut adalah 100% mulia. Dan berat!

Ibu Adalah Sekolah Yang Mengenalkan Kehidupan Pada Anak-anak

Pernah mendengar kalimat, “Seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya”? Kalimat ini bak icon dalam dunia pendidikan Islam. Jika kamu adalah seorang ibu rumah tangga, pastinya harus berbangga dengan profesimu karna mendidik anak di zaman ini memiliki tantangan yang lebih kompleks. Bukan perkara mudah karena membutuhkan ilmu dan cara yang benar. Benar saja, karena majunya zaman dan berkembangnya teknologi juga berimbas pada pendidikan anak generasi ini. Itulah mengapa peran ibu sangat dinomorsatukan untuk membentuk karakter anak sedari kecil. So, pekerjaan ini membutuhkan dedikasi yang sangat tinggi untuk menentukan arah masa depan anak kita sebagai penerus bangsa. Itulah mengapa seorang penyair pernah mengatakan, “Jika engkau persiapkan anakmu dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa berakar kebaikan”. Jika menyangkut soal masa depan anak, otomatis juga berkaitan dengan masa depan bangsa. Nah, apakah kamu masih beranggapan bahwa pekerjaan itu merupakan pekerjaan yang remeh? Kamu salah besar.

So, jika kamu adalah seorang ibu rumah tangga, maka berbanggalah karena sebenarnya majunya negeri ini  ialah karena usaha muliamu yang kamu bangun dirumah. Bukan usaha mereka yang menghindari dan memberantas korupsi. Karena sikap yang mereka ambil adalah yang kamu tanam pada mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *