Apa Benar Dakwah Oki setiana Dewi hanya Bermodal Wajah Cantik?

Beberapa hari jagat dunia maya dihebohkan dengan potongan ceramah Oki setiana dewi yang menurut netizen ustadzah oki setiana dewi pro KDRT. Seakan menemukan panggung, banyak oknum yang skhirnya menggoreng berita tersebut untuk menyerang Oki setiana dewi.

Sampai ada yang menyerang kapabilitasnya sebagai seorang Da’i, yang katanya hanya mengandalkan keartisan dan wajah cantiknya. Sebenarnya, seperti apa dan bagaimana sosok Oki setana Dewi?

Dr. Hj. Oki Setiana Dewi, S.Hum., M.Pd. dilahrikan pada  13 Januari 1989. Ia seorang aktris, penulis dan pendakwah yang memulai karier sebagai pemeran utama dalam film Ketika Cinta Bertasbih 2009. kemudian menjadi penceramah di Islam itu Indah, Trans TV sejak 2014. Oki menyelesaikan program doktoralnya di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Kini Oki menjadi pimpinan Yayasan Maskanul Huffadz dan pendakwah tak hanya di Indonesia, tapi juga negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

Jadi jika ada yang bilang oki bermodalkan keartisanya untuk berdakwah memang betul. Tapi jika hanya modal itu, tentu saja tidak. Karena beliau juga mempunyai latar belakang Pendidikan yang mendukung dakwahnya.

Berikut Riwayat Pendidikan Oki Setiana Dewi

Formal

  • S1 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Prodi Sastra Belanda, Universitas Indonesia, lulus pada 2012
  • S2 PPs Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Jakarta, lulus pada 2016
  • S3 Program Doktor Kajian Islam Konsentrasi Dakwah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, lulus pada 2021
  • S3 Program Doktor Ilmu Al Quran dan Tafsir Konsentrasi Pendidikan Berbasis Quran, Institut PTIQ Jakarta

Nonformal

  • 2012 – Hafalan Quran: Rumah Tahfidz Al Quran Darut Tarbiyah Depok, Pimpinan Ustad Fadlyl Baharun
  • 2012 – Mustami Bahasa Arab, Lembaga Bahasa Universitas Umm Al Qura, Makkah
  • 2017 – Muslim Exchange Program Indonesia-Australia (Study in Melbourne, Canberra & Sidney), beasiswa dari Australia Indonesia Institute
  • 2017 – Study Trip Germany (Berlin, Gottingen, Frankfurt), beasiswa dari Goethe Institute
  • 2017 – Perwakilan tokoh Indonesia dari 3 negara “A Tile For Seville”, untuk pembangunan Masjid Seville, Spanyol
  • 2019 – Talaqqi Al Quran bersanad dengan Syaikh Mahmud Abdul Aziz Al Ads riwayat Hafs an Ashim
  • 2019 – Talaqqi Al Quran bersama dengan Syaikh Abdelrahman Munis Allataithy, riwayat Hafs An-Ashim
  • 2020 – Talaqqi Al Quran bersama dengan Syaikh DR Arif Whardani, riwayat Hafs An-Ashim

Jadi jika dilihat dari Riwayat pendidikanya, tentu sangat jelas kalau beliau juga selalu upgrade diri buat terus memantaskan diri dan menmabh ilmu buat jalan dakwah yang dijalaninya. Jadi saya kira tak adil jika kita menghakiminya sebagai seorang Da’I yang hanyak bermodal tampang dan keartisanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *