6 Hal Soal Pendidikan Ala Jepang Ini Mungkin Sulit Diterapkan Di Tempat Kita!

Siapa sih yang tidak kagum sama Jepang. Kotanya rapi! Teknologi mendunia; smartphone, mobil, motor alat elektronik, semua buatan Jepang. Kalau anak sekolah di Indonesia sudah pakai produk Jepang yang mana ya? Mungkin smartphone kali ya, (becanda! Tapi bener sih!).

Iseng-iseng browsing sana-sini akhirnya nemu hal yang kita belum tahu. Ini aku dapatin dari akun Kaskus Hardy2000 yang sempat menjalani study di sana selama tiga tahun. Jepang ternyata bukan soal mendidik manusia “robot” yang suka kerja. Tapi hal bagus! Bagus banget. Sampai aku pikir mungkin belum bisa diterapkan di sini. Bisa tapi umhhh… ya tahu sendiri lah. Semua sudah bisa jawab.

Kehebatan Pendidikan  Jepang Yang Buat Kita Ingin Nitip Anak Di Sana

Tidak Ada Sekolah Favorit, Lokasi Sekolah Ditentukan Pemerintah

Sebenarnya ini plus minus sih. Tapi aku lebih banyak lihat bagusnya di sini. Kalau di tempat kita, orang tua kaya mungkin lebih memilih bersekolah di tempat mahal, SPP selangit, dan di kota. Pokoknya ternama. Nah, kalau di Jepang semua ditentukan sesuai alamat tingalnya. Dan semua disesuaikan dengan jarak rumah ke sekolah, loh! Jadi semua anak di sana itu katanya jalan kaki semua. Nggak ada di sana yang pakai Ferari, Jazz atau mobil mahal lainnya. Itu semua tidak diantar.

Menurut si Hardy2000 ini, siswa di sana bersekolah berangkatnya grup dan semuanya jalan kaki. Nyaris tidak ada kesenjangan sosial. Tas dan topi pun sama. Uniknya, grup anak-anak yang berangkat sekolah ini ada ketuanya. Jadi kalau ada yang tidak masuk dia yang laporkan. Hebat, kan? Sejak kecil mereka terapkan yang namanya leadership dan saling peduli. Bahkan dari hal terkecil.

Tas Sekolah Sama, Harganya Sekitar Rp. 3,5 Juta (Ini kalau di Indonesia Buat Beli HP)

Nah, di Sekolah Jepang tasnya pun sama, dan kualitasnya tingkat dewa loh! Harganya fantastis kalau dirupiahkan dan bisa tahan sampai 6 tahun. Jadi bisa dipastikan ini bisa irit biaya. Warnanya juga terbatas. Laki-laki pakai biru atau hitam. Kalau perempuan dibolehkan warna-warni.

Kalau Belum SMA, Jangan Harap Boleh Naik Sepeda! Lho??

Di Jepang nggak ada ceritanya boleh bawa Hp ke sekolah. Beda kan sama anak sekolah ala kita. Kalau nggak bawa Hp itu katrok. Tapi di Jepang tidak. Boro-boro Hp, hanya anak SMA saja yang boleh naik JITENSA. Iya, itu! Sepeda onthel. Nah, JITENSA ini ada SIM-nya. Nggak ada geng motor ya pastinya.

Tapi JITENSA ini khusus untuk berangkat ke sekolah ya. Kalau rumah jauh, boleh pakai JITENSA, hanya saja mereka harus dapat surat ijin. Kalau di rumah, anak-anak boleh pakai JITENSA, wajib pakai helm dan surat (semacam STNK). Di sana kita tidak akan menemui siswa pakai motor bebek seperti di negara kita.

Jam Sekolah Dari Jam 8-4 Sore. Kalau Di Sini Pada Ngomel Ortu-nya. Tapi Lihat Dulu!

Di Indonesia sendiri sempat heboh soal full day school. Ketakutan orangtua ini wajar sih kalau menurutku. Aku dulu aja sampai stres sendiri habis pelajaran sekolah terus dilanjut sama les. Pulang masih ngaji. Bener-bener nggak ada waktu.

Kalau di Jepang beda lagi! Ternyata materi belajar mereka tidak banyak. Ini khusus SD ya. Di sana mereka belajar Seni, Olahraga, Bahasa Jepang, Life Skill. Kalau pelajaran IPA mereka lebih banyak terjun langsung ke alam. Jadi si anak ini diajak jalan-jalan, lalu si Bu Guru jelasin langsung. Tidak heran kalau mereka semua diajari mancing, berkebun seperti menanam.

Oh iya, mereka lebih banyak diajarkan soal manner. Mulai dari antri, piket kelas, piket makan siang dan masih banyak. Bahkan mereka harus punya project saat musim panas.

Universitas Sering Gelar Open Lab

Ini yang paling aku demen. Jadi kampus-kampus sering membuka open lab sehingga mereka bisa ikut bereksperimen dengan kakak mahasiswa. Jadi pengetahuan bisa bertambah. Wah, kebayang kalau ini diterpkan di tempat kita ya.

Ternyata bener, kan? Pintar itu bisa dibentuk. Bukan orang Jepang-nya yang pintar, tapi mereka sudah bentuk habit anak sedari kecil. Kalau di tempat kita? Dimarahi guru sedikit saja sudah ngadu ke bapaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *